Now Playing Tracks

aku pikir kau yang meninggalkanku….

ya, aku memikirkannya sepanjang waktu.memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang membuat kau  meninggalkanku dan tak pernah lagi menoleh kebelakang. aku kira kau memang benar-benar tega melakukannya.meniadakan semua tawa yang pernah ada, melupakan air mata yang pernah menetes bersama dan menghanguskan semua cerita yang telah tercipta.

aku pikir kamu yang egois.terlalu sibuk dengan dirimu sendiri.sudah tak peduli.ah, jangankan menghampiri menoleh pun tidak kau lakukan. padahal aku selalu menunggumu kembali.

aku pikir kamu yang terlalu arogan. iya arogan karena kamu telah punya yang baru.yang menurutmu lebih baik dariku. lebih mengenalmu dan memperdulikanmu.sedangkan aku, ya begini.masih sama seperti dulu.tak berubah terhadapmu. Tapi ternya, aku yang egois aku yang arogan.aku selalu memikirkan kamu yang salah dan aku yang benar.aku tak pernah memahamimu, menyia-nyiakanmu, seenaknya padamu. lucu, ternyata aku yang meninggalkanmu.

hey waktu.aku tau kau tak akan pernah menoleh padaku bagaimanapun aku memanggil.karena kamu memang diciptakan tuli.hey waktu aku tau kau tak akan pernah kembali.

maaf’

Renungan: Ngapain Aja 4 Tahun ini

prestasi yang telah diraih teman-teman seangkatan saya dan adik-adik kelas di kampus memang sungguh luar biasa. ada yang mendapat penghargaan yang ini, memenangkan lomba yang itu, ikut seminar nasional yang begini, ikut konferensi yang begitu, sampai-sampai saya lupa berapa deretan prestasi yang telah mereka raih. 

Iya, kampus saya memang terkenal dengan kampus robot. prestasinya dibidang itu tak perlu diragukan lagi. banyak penghargaan diterima kampus dalam bidang teknologi. apalagi dari robot. piala-piala yang berjajar di dalam lemari etalase lobby pun akan berteriak-teriak kesempitan kalau mereka bisa bicara.

lantas, aku????

aku bukanlah siapa-siapa. bukan apa-apa. tak punya sederet piala hasil perlombaan apalagi seabrek piagam penghargaan.kemampuan dibidang teknologi pun jauh dari pas-pasan. aku tak pernah ikut konferensi-konferensi ilmiah atau seminar teknologi keren yang namanya diidam-idamkan kebanyakan mahasiswa di kampus. tak sadar tinggal 2 bulan lagi ku kantongi status mahasiswa. ya, perjalanan 4 tahun ini akan segera berakhir.

aku bertanya pada diriku sendiri, apa saja yang kau kerjakan 4 tahun ini? kau tak punya bukti deretan piala yang bertengger di salah satu etalase lobby dari hasil pemikiranmu, kau tak punya tumpukan sertifikat dan piagam diatas meja belajarmu.kemana saja 4 tahun ini?.

suatu ketika saya berfikir ingin seperti mereka kebanyakan, yang berusaha sekuatnya untuk meningkatkan prestasi diri, punya penghargaan ini dan itu. ikut konferensi begini-begitu. atau apapun yang bisa menaikkan prestasi diri sendiri.tapi, apa itu yang benar-benar aku cari?

lalu, apa yang bisa aku banggakan????

Cara menasehati seseorang paling baik adalah ketika seseorang itu memang siap menerima nasehat itu. Menasehati saat seseorang sedang tidak siap menerima, itu sama seperti melakukan penghakiman kepadanya.

Juga ingat, nasihat terbaik disampaikan secara diam-diam kepada orang tersebut. Bukan di depan umum.

Ditambah, tidak perlu menjadi orang paling baik dan paling sempurna dulu untuk menjadi orang yang memberi nasehat. Bila orang harus baik dulu baru boleh memberi nasehat, niscaya tidak akan pernah ada nasehat di dunia ini.

Saling mengingatkanlah dengan cara yang baik :)

To Tumblr, Love Pixel Union